Tak Kenal Post Power Syndrome

Ketika jalan kita sudah tak bisa lagi tegak. Rambut kita mulai habis dan menyisakan uban. Pinggang kita sering ngilu dan nyeri, ancaman osteoporosis. Gigi-gigi kita tak sekomplit dulu. Tenaga kita jauh berkurang dan nafas kita mudah tersengal-sengal disela-sela aktivitas. Sebuah keadaan yang menyadarkan bahwa kita sekarang sudah lanjut umur!

Bagi banyak orang menjadi manula adalah momok tersendiri. Membayangkan diri tersergap sepi karena semua anak-anaknya sudah memiliki keluarga sendiri-sendiri. Takut kalau-kalau nanti harus “turun mesin” dan berobat ke sana ke mari. Apalagi jika masa pensiun tiba, ia akan kehilangan jabatan, pekerjaan bahkan segala tunjangan yang biasanya diterima harus dihentikan. Hampir sebagian besar orang stress ketika memasuki masa post power syndrome.

Apakah Anda mengalami gejala-gejala tersebut di atas? Mungkin Anda memegang buku ini dengan sedikit gemetaran dan membaca huruf demi huruf dalam renungan ini dengan bantuan kaca pembesar. Meski umur Anda semakin lanjut, jangan pernah percaya bahwa usia lanjut adalah momok yang menakutkan. Ada kabar baik bagi Anda : “Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar .” (Mazmur 92:15)

Sebuah survey yang mempelajari kehidupan 400 orang terkenal dan menemukan bahwa 66% pencapaian terbesar mereka terjadi di atas usia 60 tahun! Konrad Adenauer masih menjadi kanselir Jerman Barat pada usia 80 dan ia memutuskan untuk tidak pernah pensiun. Michael Angelo pada usia 90 tahun masih tetap melukis, meski harus sambil berbaring. Paderewski masih bermain piano pada usia 79 tahun dan membuat hadirin harus melakukan standing ovation setelah mendengar permainannya. Kolonel Sanders memulai bisnis KFC di usia 65 tahun.

Jika kita menjadi tua, itu bukan berarti waktu untuk pensiun. Pensiun dari jabatan boleh-boleh saja, tapi semangat dan idealisme kita jangan pernah pensiun! Percayalah bahwa kita masih bisa terus melakukan sesuatu yang berarti di usia lanjut kita. Sebagai orang percaya, kita tidak akan pernah kenal dengan post power syndrome, sebab sampai pada masa tua kita akan masih terus berbuah.

Isi masa tua kita dengan sesuatu yang berarti dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: