PERUBAHAN – DIRINDUKAN TETAPI MUDAH DIABAIKAN

Jimmy Oentoro

Bicara tentang perjalanan, adalah bicara tentang perubahan. Dalam perjalanan ada perubahan cuaca, kadang perubahan waktu antara dua kota, ada pula perubahan pemandangan dan suasana. Perjalanan hidup kitapun penuh dengan perubahan. Manusia baru berhenti berubah saat mereka dibatasi oleh peti kayu 2 X ½ meter, yaitu saat mereka menghadap Sang Pencipta. Perubahan bukan sekedar penting untuk hidup, perubahan adalah hidup itu sendiri. Ada sebuah cerita tentang sebuah kapal perang yang sedang berlayar. Dalam kabut yang tebal, mereka menerima pesan melalui morse yang mengatakan, “Ganti arah Anda 10° ke utara.” Tetapi kapten kapal tersebut menolak dan mengirimkan pesan balasan, “anti arah Anda. Saya seorang kapten.” Tidak lama pesan yang sama diterima, “Ganti arah Anda,” dan dibalas lagi oleh sang kapten dengan kata-kata, “Ganti arah anda, kami adalah kapal perang.” Jawaban yang diterima cukup mengejutkan sang kapten, “Ganti arah Anda, kami adalah mercu suar!” menolak perubahan dan menolak untuk berubah adalah fatal. Bila ditanya, hamper setiap orang mengakui bahwa mereka membutuhkan perubahan dalam kehidupan mereka. Beberapa mengatakan mereka ingin memiliki keluarga yang lebih harmonis, pekerjaan yang lebih berarti, gaji yang lebih tinggi, menjadi orang tua yang lebih baik, bahkan beberapa mengakui bahwa mereka ingin menjadi orang dengan karakter tertentu seperti idola mereka. Kita tidak bisa menjadi apa yang kita inginkan dengan cara mempertahankan apa adanya kita saat ini. Diperlukan perubahan demi perubahan.

Kemajuan-kemajuan yang ada di diduniapun terjadi karena adanya perubahan-perubahan. Bila perjalanan dari satu kota ke kota lain mungkin memakan waktu 1 hari penuh dengan kuda, kini dapat ditempuh dalam 1 jam dengan mobil. Informasi yang dahulu bisa memakan waktu berminggu-minggu lewat pos, kini bisa dilakukan dalam hitungan detik lewat email melalui internet. Peristiwa-peristiwa dari sekluruh duniapun dapat Anda lihat di ruang keluarga anda melalui televise saat hal itu terjadi. Bayangkan bila anda harus berbelanja dan memasak makanan Anda tiap hari karena tidak ada lemari es yang sanggup menimpan bahan makanan dalam waktu lama. Maka sebagian besar waktu kita akan dihabiskan untuk mencari dan mengolah makanan, dan banyak makanan terbuang karena busuk. Betapa merepotkan! Mereka yang menolak untuk berubah, menolak untuk maju. Perubahan identik dengan kemajuan.

Perubahan juga membawa akhir yang menyenangkan. Saya tidak dapat membayangkan bila anak saya tidak berubah, dari dulu tetap menjadi bayi yang lucu. Alangkah menyenangkan melihat anak saya berjalan, mulai bersekolah, menjadi gadis yang cantik. Saya juga menikmati perubahan-perubahan dalam kehidupan saya pribadi, melihat kemajuan dalam pekerjaan saat kami pindah dari kantor yang kecil ke gedung yang besar, bahkan perubahan-perubahan yang terjadi dalam pribadi saya sejalan dengan bertambahnya pengalaman dan usia saya. Perubahan memberikan warna warni yang indah dalam kehidupan. Seperti warna coklat tananh yang sedang dibajak, berubah menjadi sawah yang hijau menyejukkan mata, berubah menjadi padi yang menguning saat panen tiba. Namun, perubahan juga ada harganya. Perubahan tidak dapat terjadi tanpa “rasa tidak nyaman” atau bahkan kadang mengakibatkan rasa sakit. Ada nada ketidakpastian dalam sebuah perubahan. Kadang juga ada sedikit kesedihan karena kita harus meninggalkan sesuatu dari masa lalu. Untuk beberapa orang, perubahan berarti kehilangan. Karena itulah beberapa orang mengambil sikap bermusuhan terhadap perubahan. Mereka tidak menolak perubahan, tetapi mereka menolak untuk diubah. Saya teringat beberapa tahun lalu saat terjadi perubahan yang cukup besar dalam organisasi yang saya pimpin. Kami pindah dari kantor yang lama yang terdiri dari ruko sempit empat lantai ke sebuah gedung yang cukup luas lengkap dengan auditorium, lapangan, dan ruang-ruang perkantoran yang nyaman. Perubahan yang menyenangkan tapi membutuhkan pengorbanan yang cukup besar karena kantor kami yang baru cukup jauh dari pusat kota Jakarta, dimana sebagian besar karyawan tinggal. Mereka harus berangkat kerja pagi-pagi sekali untuk dapat masuk kantor tepat waktu. Hamper semua karyawan bersedia ikut pindah kantor bersama kami, walaupun ada satu dua orang memilih untuk tetap bekerja didaerah pusat kota Jakarta, berhenti bekerja bersama kami. Perubahan menuju visi, image, dan tantangan yang lebih besar membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit.

Jadi, kita setuju bahwa perubahan itu harus terjadi untuk kemajuan kita, walaupun mungkin ada rasa tidak nyaman, ada tantangan atau ketidakpastian.

Sumber: 7-40 Journey

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: