BERJUANG SAMPAI GARIS AKHIR!

BERJUANG SAMPAI GARIS AKHIR

“Akhirnya bisa dimulai,” ujar Horst Koehler, Presiden Jerman pada acara pembukaan Piala Dunia 2006 di Muenchn, Jumat, 9 Juli 2006. Piala Dunia 2006 merupakan turnamen olahraga terbesar dunia, karena menghipnostis penonton seluruh dunia untuk menyaksikannya. Pesta olahraga sepak bola yang berlangsung sebulan penuh ini disaksikan oleh hampir 1,5 miliar penduduk dunia.

Pesta ini, seperti biasanya sebuah perhelatan, bisa membawa dampak positif, tetapi juga dampak negative. Salah satu dampak positifnya adalah mengangkat perekonomian Negara penyelenggara, dalam hal ini Jerman. Adapun dampak negatifnya, pertandingan sepak bola ini dijadikan ajang judi. Misal partai perempat final antara Inggris melawan Portugal, membawa kekalahan besar bagi petaruh yang mendukung Inggris, mereka kalah taruhan sebesar 40 juta Euro, kalau di rupiahkan kurang lebih Rp.450 triliun! Dahsyat, bukan?

Fenomena yang cukup menarik adalah banyak kesebelasan yang mengalami kekalahan pahit di menit-menit terakhir, bahkan ada beberapa yang terjadi di injury time ( waktu tambahan ), waktu yang ditambahkan karena terhentinya pertandingan yang disebabkan ada pemain yang cedera. Sangat menyakitkan, kalah pada detik-detik terakhir. Rasanya sia-sia saja perjuangan selama hampir 90 menit, bahkan 120 menit jika terjadi perpanjangan waktu 2×15 menit.

Seperti yang dialami kesebelasan Polandia di babak penyisihan, begitu masuk injury time, pas pada menit 91, Oliver Neuville tiba-tiba menjebloskan gol tunggal ke gawan Polandia. Jerman menang 1-0. Kekalahan yang sangat menyakitkan bagi Polandia. Demikian juga yang dialami kesebelasan Australia, di babak 16 besar. Australia sanggup menahan Italia sampai pada menit-menit terakhir, sampai ketika bek Italia, Fabio Groso, jatuh di kotak penalty Australia, karena kakinya dikaitkan ke badan Neill yang jatuh terduduk. Hukuman penalty yang sangat menyesakkan bagi Australia. Akhirnya tendangan penalty controversial ini berhasil dieksekusi oleh Fransesco Totti. Australia kalah 0-1 oleh Italia. Drama yang mengharukan di Kaiserslautern bagi pendukung “Socceroos”, julukan kesebelasan Australia. Atau, lebih pahit lagi yang dialami tuan rumah Jerman di semi final, dikalahkan oleh Italia dengan 2 gol yang dihempaskan di penghujung perpanjangan waktu, di menit 118 dan menit 121. “Italia telah menghukum kita dengan amat perih di saat-saat terakhir,” kata Klinsmann, pelatih Jerman.

Dalam pertandingan bola, saat akhir ternyata bisa menjadi berkah, tetapi juga bisa menjadi kutuk. Peristiwa pertandingan bola ini seakan meyorotkan suatu pemandangan religius-ekskhatologis tentang datangnya akhir zaman yang tak terduga, mengerikan, tetapi juga penuh rahmat. Tak heran bila Kardinal Karl Lehmann, Ketua Konferensi Uskup-uskup Jerman, menyinggung hal tersebut dalam renungannya menyongsong Piala Dunia ini. Ia mengajak agar orang beriman selalu berjaga-jaga, dan mengejar tujuan imannya sampai akhir, seperti olahragawan yang tak pernah akan menyerah sebelum meraih garis akhir kemenangan.

Hal itu juga dikatakan oleh Rasul Paulus kepada Timotius seperti yang tertulis di 2 Timotius 4:7, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”

Pesan Rasul Paulus cukup jelas. Untuk memenangkan pertandingan adalah dengan memelihara iman. Apalagi di dunia yang bukan semakin baik, tetapi semakin mengerikan, karena kejahatan terjadi di mana-mana. Memang tidak gampang mempertahankan iman di tengah-tengah masyarakat yang tidak kondusif untuk itu. Untuk tetap bertahan diperlukan keteguhan dalam menghadapinya.

Walaupun begitu, sebagai orang percaya, seharusnya kita berjuang sampai garis akhir, jangan lengah sedikit pun, karena jika kita kalah, pada menit terakhir pun, kita telah menyia-nyiakan perjuangan iman kita selama hidup. Bertahanlah sampai kita menerima mahkota kehidupan.

Selamat bertahan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: