TERKUTUKLAH ENGKAU !

Para pembaca di Jepang tampaknya bisa menikmati sebuah novel unik karya Saddam Hussein berjudul “Keluar Dari Sini, Terkutuklah Engkau! Yang ia tulis menjelang invasi pimpinan Amerika Serikat ke Irak. Dalam bahasa Jepang, novel itu beredar di took-toko buku di Jepang, Jumat, 19 Mei 2006 lalu. Jordania melarang peredaran buku tersebut karena takut mengganggu hubungannya dengan pemerintah Irak sekarang. Namun, peredaran illegal novel tersebut tetap terjadi di Jordania.

Novel itu menceritakan suku-suku di Arab pada zaman kuno yang mengalahkan penyerang asin, dan menjadi yang terlaris di Amman. Tulisan asli novel itu diselundupkan keluar dari Irak oleh putri Saddam, Raghda. Salinannya diberikan kepada seorang wartawan dan penerjemah Jepang, Itsuko Hirata. “Novel itu mengisahkan kehidupan komunitas kuno, namun pertempuran yang digambarkan di dalamnya persis melukiskan kejadian paling muktahir di Irak,” kata Hirata sebelum acara peluncuran buku itu.

Dari judul tulisan karya Saddam Hussein tersebut dapat dipastikan bahwa perintah dan kutukan itu di tujukan kepada presiden AS. Mengapa Saddam mengutuk presiden AS? Pastilah itu bersumber pada kebencian Saddam terhadap presiden AS karena invasinya ke Irak. Saddam menganggap presiden AS sebagai musuhnya, sehingga pantaslah kalau ia mengutuknya.

Kita juga sangat familiar dengan cerita legenda di Sumatra Barat yang sangat terkenal, yaitu Malin Kundang. Si Malin ini diceritakan durhaka terhadap ibunya. Setelah menjadi kaya di kota, ia malu mengakui ibunya yang miskin dan jelek. Oleh karena itu, ia dikutuk oleh ibunya menjadi batu. Di Pantai Air Manis di Padang terdapat batu seperti orang tertelungkup bersujud, itulah yang dipercayai masyarakat setempat sebagai si Malin Kundang yang dikutuk.

Apakah kita juga suka mengutuk? Dengan muluk kita sering memuji dan memuliakan Tuhan, akan tetapi dengan mulut yang sama kita mengeluarkan sumpah serapah dan kutukan. Aneh, bukan?

Kita mengenal tokoh yang sangat terkenal di dunia, kita pasti mengaguminya dan pernah menikmati hasil karyanya. Dialah Kolonel Harland Sanders dari Kentucky, Amerika Serikat. Kita tahu, tokoh inilah yang melahirkan Kentucky Fried Chiken (KFC). Jumlah gerainya di seluruh dunia mungkin ribuan, karena di Indonesia saja terdapat ratusan gerai KFC, sampai-sampai kalau ibu-ibu menggoreng ayam bertepung, disebut ayam goreng Kentucky.

Kolonel Sanders ibarat kelapa, makin tua makin berguna. Ia memulai bisnisnya pada usia pension, 65 tahun. Seperti kita ketahui bahwa bisnis yang dirintisnya sangat sukses, karena dari bisnisnya ia bisa mengumpulkan jutaan dolar. Tetapi dalam hidupnya, ternyata kekayaannya itu tidak bisa membeli kedamaian. Masalahnya, ternyata ia mempunyai kebiasaan buruk, yaitu suka mengutuk. Padahal, sumpah serapah tidak akan memecahkan masalah, malah menimbulkan masalah baru karena membuat orang lain terluka. Sebetulnya, ia menyadari hal itu salah, tetapi ia terbelenggu dengan kebiasaannya itu, ia harus diubahkan dari kehidupan yang penuh dosa itu. Ia membutuhkan mujizat dari Allah.

Suatu malam, di usianya yang hamper 80 tahun, ia mengalami perasaan tersiksa dan putus asa dalam hidupnya, padahal kalau dipikir, ia kurang apa? Ia keluar rumah dan mengendarai mobilnya tanpa tujuan yang jelas. Dalam kegelisahan, ia berdoa sambil mengemudi. Setelah itu, tanpa sengaja ia melihat sebuah gereja, dan entah kenapa ia tergerak untuk memasuki halaman gereja tersebut dan memarkir mobilnya. Sambil berjingkat ia memasuki gereja itu, karena ternyata kebaktian sedang berlangsung. Setelah sang pendeta mengakhiri ibadah dengan doa, ia berjalan ke depan mimbar, bertelut, dan berdoa kepada Allah kemudian memohon belas kasihan serta pertolongan-Nya. Doa yang sangat sederhana. Sesederhana itu pula ia merasakan pengampunan, kedamaian, dan keyakinan akan kasih Allah kepadanya. Sejak detik itu, ia bertobat dan tidak pernah lagi mengucapkan sumpah serapah.

Dari kesaksian Kolonel Sanders ini, kita mengetahui bahwa ternyata mujizat yang dialaminya bukan pada saat ia sukses membangun jaringan KFC, seperti ukuran sukses manusia pada umumnya. Akan tetapi, ia mengakui bahwa mujizat yang ia peroleh adalah ketika ia “lahir baru” dan terlepas dari kebiasaan buruknya, yaitu mengutuk orang.

Lahir baru tidak mengenal umur. Kolonel Sanders mengalami kelahiran baru pada usia hampir 80 tahun. Oleh karena itu, jika anda masih mempunyai kebiasaan buruk yang akan menjadi batu sandungan bagi orang lain, serahkanlah dalam pertobatan kepada Tuhan yang Mahakasih. Niscaya Tuhan akan memperbarui hidup anda.

Selamat menjalani kehidupan baru!

Dari : Setiap Langkah Adalah Anugrah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: