BE HEALTHY EMOTIONALLY

Anthony Dio Martin

Stress, kecemasan, ketakutan, dan kepanikan merupakan gangguan kesehatan emosi yang dapat mengakibatkan dampak desdruktif yang sama hebatnya dengan kanker, AIDS, atau hepatitis. Untuk mendapatkan kesehatan total (total wellness), Anda perlu meredakan emosi-emosi negative yang mungkin selama ini mendominasi jiwa Anda.

1. Kenali emosi Anda
Mengenali emosi akan memmbantu mengatasi amsalah emosi Anda. Ilmu psikologi menggolongkan “emosi dasar” secara universal teridiri dari enam jenis emosi: senang, marah, sedih, kaget, takut, dan jijik. Menurut pakar emotional quotient (EQ) JP. Du Preez, emosi manusia selalu terkait dengan 3 aspek penting, yaitu persepsi, pengalaman, dan proses berpikir. Hati-hati dengan persepsi, pengalaman, dan pemikiran Anda, belum tentu semuanya benar. Ambillah waktu untuk tenang, melakukan refleksi diri, dan temukan akar penyebab masalah emosi Anda.

2. Kendalikan emosi secara tepat
Nalar kita berperan besar dalam mengendalikan emosi. Orang yang memiliki kecerdasan emosi yang baik dapat mengendalikan pikiran, perasaan, dan tindakan mereka. Mereka merasa nyaman dengan diri mereka sendiri dan memiliki hubungan-hubungan yang baik. Mereka mampu menempatkan masalah pada perspektif yang tepat. Mereka memiliki keyakinan diri dan dapat menerima penolakan dengan sehat, tanpa mengakibatkan membenci diri sendiri. Kendalikan emosi Anda, biasakan berpikir sebelum bertindak. Pertimbangkan konsekuensinya dan carilah solusi terbaik bagi semua pihak.

3. Kembangkan kejujuran emosi
Gustav Jung, pakar psikologi analisis, mengemukakan bahwa terdapat topeng dalam diri setiap orang. Topeng tersebut merupakan perindungan sekaligus mekanisme adaptasi terhadap kondisi eksternalnya. Kita sering memakai topeng dengan membangun citra diri yang tampak positif. Kita takut kelemahan kita terlihat orang lain. Kita kuatir kelihatan rapuh. Kita cemas dinilai negatif, maka kita menciptakan sebuah citra tertentu melalui pakaian, tutur kta, gelar kesarjanaan, dan tingkah laku kita. Membangun kejujuran emosi berarti mencari dan melihat jati diri kita yang sesungguhnya. Jati diri kita tidak ditentukan oleh apa kata orang. Pada hakekatnya kita diciptakan sebagai makhluk mulia, sesuai citra Sang pencipta. Inilah yang seharusnya menjadi “kompas” jati diri kita.

4. Miliki kejernihan dan ketenangan
Meditasi diyakini banyak orang dapat menetralkan kegelisahan, ketakutan, menenangkan emosi dan menjernihkan pikiran. Meditasi semacam ini bukanlah meditasi “abstrak” yang mengosongkan pikiran dan mengakibatkan kondisi ketiadaan (state of nothingness), melainkan justru mengkonsentrasikan seluruh fungsi jiwa (pikiran, perasaan, dan kehendak) untuk merenungkan kebenaran-kebenaran hakiki. Meditasi yang berdampak pada perilaku emosi positif selalu mengarah pada inspirasi-inspirasi Ilahi (Devine Inspiration).

Sumber: Mpower no.1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: