CINTA MEMENUHI SELURUH BUMI

Salah satu wujud tindakan nyata dari cinta adalah memberi tanpa mempertimbangkan siapa yang diberi. Oleh karena itu, jika seseorang diberi, sudah selayaknya ia berterima kasih kepada orang yang memberi, karena ia telah menerima tanda kasih.

Demikian halnya kita harus berterima kasih kepada Tuhan, karena Dia telah memberikan matahari dan hujan kepada semua orang, tidak memandang apakah orang itu baik atau jahat. Pemberian tanpa pamrih tidak mengharapkan balasan—itulah yang seharusnya kita teladani. Lebih dari yang kita pikirkan, Yesus telah menyatakan kasih-Nya kepada kita dengan memberikan nyawa-Nya untuk kita, manusia berdosa. Untuk itulah kita harus berterima kasih kepada Tuhan Yesus melalui hidup kita.

Banyak kesaksian atau kisah yang menceritakan kasih tanpa pamrih yang kita lihat atau dengar. Saya pernah membaca kisah tentang kasih tanpa pamrih yang membuat saya meneteskan air mata. Saya akan membagikannya kepada anda.

Ada seorang anak lelaki miskin yang hidup dari berjualan asongan dari pintu ke pintu. Suatu hari, ia hanya menemukan beberapa sen uang di kantongnya, dan ia sangat lapar. Anak itu memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya yang akan ia datangi. Akan tetapi, ia kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi minta makanan, ia hanya berani meminta segelas air. Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak itu pasti lapar. Oleh karena itu, ia membawakan segelas besar susu.

Anak itu meminumnya perlahan-lahan, dan kemudian bertanya,”Berapa yang harus saya bayar untuk segelas besar susu ini?” Wanita itu menjawab,”Kamu tidak perlu membayar apa pun. Ibuku mengajarkanku untuk tidak menerima bayaran untuk suatu kebaikan.” Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata,”Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya berterima kasih kepada Anda.”

Sekian tahun kemudian, wanita itu sakit kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menanganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka itu.

Dokter Howard Kelly dipanggil untuk memeriksa wanita itu. Pada saat ia mendengar nama kota asal wanita yang sakit itu, tebersit seberkas pancaran aneh di mata dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar pasien. Dan dengan berpakaian dokter, ia menemui wanita itu.

Ia langsung mengenalinya pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik demi menyelamatkan nyawa wanita itu. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya kemenangan pun diraih…Wanita itu sembuh!

Dokter Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dokter Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu di pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien. Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayarnya walaupun harus dicicil seumur hidupnya.

Akhirnya, ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menari perhatiannya di pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi….”Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu!” tertanda, Dokter Howard Kelly.

Airmata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa,”Tuhan, terima kasih, atas cinta-Mu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.”

Selamat memberi dengan cinta!!!

Sumber : Setiap langkah adalah anugrah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: