KEKUATAN PIKIRAN

“Apakah anda merasa putus asa sewaktu terapung di lautan sendirian? Misalnya berpikir,”Habislah sudah hidupku’?” tanya seorang wartawan televisi kepada Ari Afrizal, 21 tahun, seorang korban tsunami di Aceh. “Tidak!” jawabnya tegas. “Yang saya pikir waktu itu hanyalah saya mau hidup, saya tidak mau mati!”

Selama terapung di lautan, Ari harus menahan teriknya matahari, dinginnya hujan, serta pekatnya malam hanya dengan memakan buah kelapa serta sedikit bantuan kayu serta sampan yang hanyut bersamanya. Tekadnya untuk hidup telah membuatnya bertahan selama 15 hari 14 malam.

Ternyata tekad, kemauan, dan apa yang dipikirkan Ari membuahkan hasil. Pemuda asal desa Kabong, Aceh Jaya ini, berhasil diselamatkan oleh kapal Al-Yamamah yang melintas jarak 320 km dari pantai barat Sumatra, 15 hari setelah bencana tsunami Aceh, 26 Desember 2004.

Lain lagi kisah Nick berikut ini.
Disebuah perusahaan rel kereta api, ada seorang pegawai bernama Nick. Ia sangat rajin dan bertanggung jawab. Namun, ia memiliki satu kekurangan; ia tidak punya harapan apa pun dalam hidupnya. Ia melihat dunia ini dengan pandangan yang tak berpengharapan.

Suatu hari semua karyawan pulang lebih awal untuk bersiap – siap merayakan ulang tahun bos mereka. Sayang, secara tak sengaja Nick terkunci di sebuah mobil pengangkut es. Nick berteriak – teriak dan memukul pintu dengan keras. Namun, tidak ada yang mendengarnya karena semua orang sudah pulang.

Tangannya sudah bengkak, suaranya sudah serak, tetapi tak seorang pun datang menolongnya. Akhirnya, ia duduk kelelahan dan menghela napas panjang. Semakin dalam ia berpikir, semakin takutlah ia. Dalam hati ia berpikir, Suhu di dalam mobil ini pasti di bawah nol derajat. Kalau ia tidak bisa keluar dari situ, pasti ia mati kedinginan. Dengan tangan gemetar, ia berusaha keras mencari kertas dan pena untuk menulis surat wasiat.

Esok harinya, semua karyawan kembali bekerja. Mereka membuka pintu mobil pengangkut es dan sangat terkejut menemukan Nick terbaring di situ. Mereka segera mengantarkan Nick ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong lagi.Yang paling mengagetkan adalah listrik untuk menghidupkan mesin mobil itu tidak dihubungkan, sehingga suhu di dalam mobil hanya sekitar 28 derajat, tetapi Nick mati kedinginan! Rupanya, Nick mati bukan karena suhu dalam mobil terlalu dingin, tetapi ia mati karena ada titik es di dalam hatinya. Ia sudah memvonis dirinya dihukum mati!

Dua kisah yang sangat berbeda ini menggambarkan kekuatan pikiran yang ternyata sangat”dahsyat” pengaruhnya. Dalam hidup sehar-hari, perasaan ragu, takut, atau pesimis kerap kali menghantui pikiran kita. Padahal, pikiran positif, semangat, serta tekad yang kuat merupakan modal awal yang barangkali sudah menjamin minimal 50% keberhasilan seseorang.

Dalam ilmu psikologi, hal ini disebut Self-fullfiling Phropecy atau Pygmalion Effect. Pada tahun 1957, Profesor Robert Merton dari Universitas Kolombia mengembangkan konsep ini. Dalam kajiannya yang terkenal dengan sebutan Social Theory and Social Structure, Merton mengatakan bahwa ketika sebuah harapan ( ekspektasi ) dibuat, walau tidak begitu akurat, akan membuat kita cenderung bertindak sesuai dengan harapan itu. Dan, kebanyakan harapan itu membuahkan hasil nyata, bahkan datangnya seperti mujizat. Bukankah Ari Afrizal dan Nick telah membuktikannya?

Oleh sebab itu, jangan bermain-main dengan pikiran Anda sendiri. Anda harus mengarahkan pikiran secara positif dan sistematis, karena pikiranlah yang akan membawa anda pada tujuan. Percaya diri adalah perasaan yang dikelola di dalam hati. Orang yang punya kepercayaan diri tidak akan langsung putus asa atau berubah sedih saat hidupnya kurang lancar.

Tanyalah pada diri sendiri, apakah kita sering memutuskan bahwa kita tidak bisa apa-apa, sehingga kita kehilangan banyak kesempatan untuk menuju sukses?
Percayalah, segala sesuatu yang kita minta dalam doa dengan yakin, akan terjadi di dalam kehendak dan anugrah TUHAN.
Selamat berpikir positif!!!

Sumber : Setiap Langkah adalah Anugrah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: