GEREJA DAN JERAMI

Pada suatu hari minggu, seorang petani sedang mengumpulkan jerami saat seorang pendeta datang berkunjung. Pendeta itu bertanya kepada petani tersebut apakah ia sudah ke gereja atau belum.

“Jujur, aku akan lebih memilih duduk di atas tumpukan jerami dan memikirkan gereja daripada aku duduk di gereja namun pikiranku tertuju pada jerami.”

“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.” (Keluaran 20:8-10)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: