DOKTRIN DOA

DOKTRIN DOA

A. PENDAHULUHAN.

1. Doa itu diajarkan.
Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” Luk. 11:1
2. Doa itu dipraktekkan.
Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Mrk. 1:35
3. Doa itu diperintahkan.
Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, Mat. 6:9

B. PENGELOMPOKAN TENTANG DOA.

1. Doa orang munafik.
“Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Mat. 6:5
2. Doa orang yang tidak mengenal Allah.
Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Mat. 6:7
3. Doa orang yang sudah mengenal Allah.
Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, Mat. 6:9

C. POKOK-POKOK DOA.

Menurut Yoh. 11:41-42:
1. D  Dia.
Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
2. O  Orang lain.
Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya,
3. A  Aku.
bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

D. PEDOMAN TENTANG DOA.

Menurut Mat. 6:9-13: PRAY (Praise , Request, Absolutism, You are the best)
1. Praise (Pujian)
Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
2. Request (Permohonan)
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
3. Absolutism (Pengampunan)
Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.
4. You are the best ( Pengakuan)
(Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

E. PRINSIP TENTANG DOA.

Menurut Yak. 5:16b:
Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

1. D  Doanya harus benar.
2. O  Orangnya harus benar.
3. I  Imannya harus benar.
4. T  Tak terduga & tak terbatas.

F. PEGANGAN TENTANG DOA.

1. D.O.A  Didengar Oleh Allah.
TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya. Ams. 15:29
2. D.O.A  Dijawab Oleh Allah.
Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku. Hab. 2:1
3. D.O.A  Dikabulkan Oleh Allah.
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Mat. 18:19

G. PENGABULAN TENTANG DOA.

Menurut Mat. 7:7-8:
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

1. Hidup di dalam perintah Tuhan.
1.1. Mintalah  Tangan Tuhan.
1.2. Carilah  Wajah Tuhan.
1.3. Ketoklah  Hati Tuhan.
2. Hidup di dalam perjanjian Tuhan.
2.1. Maka  Tidak mudah.
2.2. Akan  Tidak berkarat.
2.3. Kepadamu, kamu, Bagimu  Tidak bersifat umum.
3. Hidup di dalam penggenapan Tuhan.
3.1. Karena  Tidak berdiri sendiri.
3.2. Setiap orang yang meminta, mencari, mengetok  Tidak terbatas.
3.3. Menerima, mendapat, dibukakan  Tidak meleset.

H. PERNAK-PERNIK DOA.

1. Bagaimana kita berdoa ?
dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, Ef. 6:18
1.1. Doa harus berbentuk.
1.2. Doa harus berjalan.
1.3. Doa harus berguna.
2. Kapan kita berdoa ?
Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku. Mzm. 55:18
2.1. Waktu pagi.
2.2. Waktu siang.
2.3. Waktu malam.
3. Dimana kita berdoa ?
3.1. In door.
Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Mat. 6:6
3.2. Out door.
Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Mrk. 1:35
4. Mengapa kita berdoa ?
4.1. Supaya mendapat perlindungan.
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”
4.2. Supaya mendapat pengampunan.
Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; Kis. 8:22
4.3. Supaya mendapat kemajuan dalam pelayanan.
Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu, 2 Tes. 3:1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: