DOKTRIN MANUSIA

MANUSIA
(ANTROPOLOGI)

A. PENCIPTAAN MANUSIA.

1. Perencanaan.
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” (Kej. 1:26)
2. Pengilahian.
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. (Kej. 1:27)
3. Penghargaan.
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kej. 1:28)
4. Pemeliharaan.
Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. (Kej. 1:29-30)
5. Penilaian.
Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. (Kej. 1:31)
6. Proses.
ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. (Kej. 2:7)
Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. (Kej. 2:22)

B. PANDANGAN TENTANG NATUR MANUSIA.

1. Dikotomi.
Keberadaan manusia terdiri dari dua bagian yaitu tubuh dan roh/jiwa.
Dalam PL:
ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. (Kej. 2:7)
Dalam PB:
Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. (Yak. 2:26)
2. Trikotomi.
Keberadaan manusia terdiri dari tiga bagian yaitu tubuh, jiwa dan roh.
Dalam PL:
Sebab jiwa kami tertanam dalam debu, tubuh kami terhampar di tanah. (Mzm. 44:26)
Dalam PB:
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. (Ibr. 4:12)
3. Multi-segi.
Keberadaan manusia terdiri dari beberapa bagian yaitu tubuh, jiwa, roh, hati, hati nurani pikiran, kehendak.
Dalam PL:
Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, (Yeh. 11:19)
Dalam PB:
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. (Mrk. 12:30)

C. PENJELASAN TENTANG NATUR MANUSIA.

1. Memiliki Keberagaman.
Manusia bisa disebut sebagai manusia Allah apabila memiliki dua unsur dari natur manusia. Yaitu unsur materi: tubuh & unsur non materi: jiwa, roh, hati nurani, pikiran, hati.
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. (Ibr. 4:12)
Beberapa bagian:
# Jiwa.
# Roh.
# Tubuh / sendi-sendi dan sumsum.
# Hati nurani / membedakan pertimbangan.
# Pikiran.
# Hati.
2. Memiliki Kesatuan.
Manusia bisa disebut sebagai manusia Allah apabila memiliki semua bagian dari natur manusia.
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. (Ibr. 4:12)
Beberapa bagian:
# Jiwa.
# Roh.
# Tubuh / sendi-sendi dan sumsum.
# Hati nurani / membedakan pertimbangan.
# Pikiran.
# Hati.
3. Memiliki Keseragaman.
Manusia bisa disebut sebagai manusia Allah apabila memiliki kasih untuk memakai semua bagian dari natur manusia kepada kemuliaan Allah.
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. (Ibr. 4:12)
Beberapa bagian:
# Jiwa.
# Roh.
# Tubuh / sendi-sendi dan sumsum.
# Hati nurani / membedakan pertimbangan.
# Pikiran.
# Hati.

D. PENGERTIAN MANUSIA MENURUT GAMBAR RUPA ALLAH.

1. Hidup dalam Rencana Allah.
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,
supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” (Kej. 1:26)
2. Hidup dalam Kehendak Allah.
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. (Kej. 1:27)
3. Hidup dalam Kebenaran Allah.
dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; (Kol. 3:10)
4. Hidup dalam Kemuliaaan Allah.
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. (2 kor. 3:18)

E. PENGUJIAN TERHADAP MANUSIA.

1. Allah yang menguji.
Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” (Kej. 2:16-17)
2. Iblis yang menguji.
Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” (Kej. 3:1, 4-5)
3. Manusia yang menguji.
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. (Kej. 3:6)

F. POTENSI TERHADAP MANUSIA.

1. Non Peccare ( Tidak berdosa).
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. (Kej. 1:27)
2. Posse Non Peccare (Bisa tidak berdosa).
Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” (Kej. 3:2-3)
3. Non Posse Non Peccare (Tidak bisa tidak berdosa).
Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, (Kej. 6:5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: