DOKTRIN GEREJA

GEREJA
(EKLESIOLOGI)

A. PENGERTIAN GEREJA.

1. Dalam bahasa Ibrani disebut qahal yang berarti sejumlah orang yang berhimpun bersama.
Moga-moga Allah Yang Mahakuasa memberkati engkau, membuat engkau beranak cucu dan membuat engkau menjadi banyak, sehingga engkau menjadi sekumpulan bangsa-bangsa. (Kej. 28:3)
2. Dalam bahasa Yunani disebut ekklesia yang berarti sejumlah orang yang dipanggil keluar.
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. (Mat. 16:18)

B. PENGGAMBARAN GEREJA.

1. Tubuh Kristus.
Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu. (Ef. 1:23)
2. Mempelai Perempuan.
Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. (Yoh. 3:29)
3. Bait Allah.
Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. (Ef. 2:21-22)
4. Keluarga Allah.
Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. (1 Tim. 3:15)
5. Kawanan Domba.
Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. (Yoh. 10:16)

C. PENGISTILAHAN GEREJA.

1. Gereja Universal.
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. (Mat. 16:18)
2. Geraja lokal.
Dalam sebuah rumah.
Sampaikan salam kami kepada saudara-saudara di Laodikia; juga kepada Nimfa dan jemaat yang ada di rumahnya. (Kol. 4:15)
Dalam sebuah gedung.
Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, (Kis. 2:46)
Dalam sebuah kota.
kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita. (1 Kor. 1:2)
Dalam sebuah propinsi.
dan dari semua saudara yang ada bersama-sama dengan aku, kepada jemaat-jemaat di Galatia: (Gal. 1:2)
Dalam sebuah benua.
Salam kepadamu dari Jemaat-jemaat di Asia Kecil. Akwila, Priskila dan Jemaat di rumah mereka menyampaikan berlimpah-limpah salam kepadamu. (1 Kor. 16:19)

D. PEMERINTAHAN GEREJA.

1. Episkopal
Berarti menunjuk penilik / hamba Tuhan yang menjadi otoritas.
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. (Mat. 16:18)
2. Presbiterian.
Berarti menunjuk penatua / pelayan Tuhan yang menjadi otoritas.
Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar. (1 Tim. 5:17)
3. Kongregasional.
Berarti menunjuk jemaat / umat Tuhan yang menjadi otoritas.
Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia. (Kis. 11:22)
4. Sinodal Kongresgasional Teokratis.
Berarti Tuhan yang menunjuk hamba Tuhan untuk memimpin pelayan Tuhan dan Umat Tuhan.
Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, (Ef. 4:11-12)

E. PERANAN GEREJA.

untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, (Ef. 4:12-13) :
1. Memperlengkapi pekerjaan pelayanan yang berpusat pada Pekerjaan Tuhan.
2. Memperlengkapi pembangunan tubuh Kristus yang berpusat pada Tubuh Tuhan.
3. Memperlengkapi iman & ilmu yang berpusat pada Tuhan.

F. PERATURAN GEREJA.

1. Usus politicus.
Peraturan bertujuan untuk memiliki kesempatan mencegah dosa.
2. Usus elenchtiscus.
Peraturan bertujuan untuk memiliki kesadaran akan dosa.
3. Usus didacticus.
Peraturan bertujuan untuk memiliki kehidupan tanpa dosa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: