DOKTRIN DOSA

DOSA
(HARMATOLOGI)

A. PENGERTIAN DOSA.

Dalam PL:
1. Khata.
Artinya bukan hanya tidak mengenai sasaran tetapi juga mencapai sasaran tertentu yang lain.
2. Ra.
Artinya menghentikan, menghancurkan dan membahayakan.
3. Pasha.
Artinya pelanggaran memberontak.
4. Awon.
Artinya perbuatan salah dan rasa bersalah.
5. Shagag.
Artinya melakukan kesalahan atau menyimpang.
6. Asham.
Artinya rasa bersalah dan dosa yang berhubungan upacara keagamaan.
7. Rasha.
Artinya kejahatan lawan dari kebenaran.
8. Taah.
Artinya menimpang atau tersesat dan dosa itu yang dilakukan secara sengaja.

Dalam PB.
1. Kakos.
Artinya buruk dan tidak baik yang menunjuk kepada keadaan fisik yang buruk seperti penyakit.
2. Poneros.
Artinya dasar untuk kejahatan yang menunjuk kepada kejahatan moral.
3. Asebes.
Artinya tanpa Allah.
4. Enokhos.
Artinya kesalahan dan biasanya menyatakan seseorang yang melakukan kejahatan sehingga patut mendapat hukuman mati.
5. Harmatia.
Artinya dosa atau tidak mencapai sasaran.
6. Adikia.
Artinya tingkah laku yang salah.
7. Anomos.
Artinya kedurhakaan atau melanggar hukum.
8. Parabates.
Artinya pelanggaran atau orang berdosa.
9. Agnoein.
Artinya ibadah yang keliru yang ditunjukan kepada allah lain selain Allah yang benar.
10. Planoa.
Artinya menyimpang atau tersesat dalam arti sebagai perbuatan yang patut dicela.
11. Paraptoma.
Artinya pelanggaran yang dilakukan secara sengaja.
12. Hipokrisis.
Artinya menafsirkan secara keliru dan mengikuti tafsiran yang jelas-jelas salah.

Jadi dari banyaknya istilah dosa di atas dapat disimpulkan bahwa dosa adalah pelanggaran hukum Allah.
Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. (1 Yoh. 3:4)

B. PERMULAAN DOSA.

1. Malaikat/Iblis.
Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; (2 Ptr. 2:4)
2. Manusia/Adam.
Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. (Yoh. 8:44)

C. PENYEBAB DOSA.

1. Iblis.
barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. (1 Yoh. 3:8)
2. Dunia.
Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat. (1 Yoh. 5:19)
3. Manusia.
Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. (Yak. 1:14-15)

D. PENGELOMPOKAN DOSA.

1. Dosa Peranakan.
Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. (Mzm. 51:7)
2. Dosa Penjalaran.
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (Rm. 5:12)
3. Dosa Pribadi.
Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. (Yoh. 8:34)

E. PELAKU DOSA.

Menurut Rm. 1:32:
1. Bisa sendirian.
2. Bisa bersama-sama.

Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

F. PENGHUKUMAN ATAS DOSA.

1. Kematian fisik.
Dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” (Kej. 3:19)
2. Kematian rohani.
tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” (Kej. 2:17)
3. Kematian kekal.
Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” (Why. 21:8)

G. PENCEGAHAN DOSA.

1. Kuasa Firman.
Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. (Mzm. 119:11)
2. Kuasa Doa.
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Mat. 26:41)

H. PENYELESAIAN DOSA.

1. Mengakui dosa.
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (1 Yoh. 1:9)
2. Menanggalkan dosa.
Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. (Ibr. 11:25)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: