DOKTRIN ALLAH

ALLAH
(THEOLOGI)

A. PENGETAHUAN TENTANG ALLAH.

1. Pengetahuan tentang Allah tidak dapat dipahami.
Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? (Ayb. 11:7)
Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia? (Yes. 40:18)
2. Pengetahuan tentang Allah dapat dipahami.
Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” (Yoh. 14:7)
Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal. (1 Yoh. 5:20)

B. PENGGOLONGAN PENGETAHUAN TENTANG ALLAH.

1. Dari Perkataan Tuhan.
Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. (1 Ptr. 5:10)
2. Dari Perbuatan Tuhan.
tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.” (Yer. 9:24)
3. Dari Hamba Tuhan.
Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. (Ibr. 1:1-2)
4. Dari Firman Tuhan.
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Tim. 3:16)

C. PERNYATAAN TENTANG KEBERADAAN ALLAH.

1. Melalui argument ontologis.
Berpendapat bahwa manusia mempunyai ide tentang adanya suatu keberadaan yang sempurna secara mutlak.
2. Melalui argument Kosmoslogis.
Berpendapat bahwa dunia ini ada karena hukum sebab akibat.
3. Melalui argument Teleologis.
Berpendapat bahwa segala sesuatu dalam keberadaannya pastilah memiliki sebuah tujuan.

4. Melalui argument Moralis.
Berpendapat bahwa kesadaran manusia untuk mengupayakan mencari perbuatan baik yang tertinggi.
5. Melalui argument Etnologis.
Berpendapat bahwa setiap suku bangsa di dunia ini memiliki perasaan tentang yang ilahi.
6. Melalui argument Theologis.
Berpendapat bahwa Allah yang menyatakan sendiri tentang keberadaan-Nya.
Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. (Rm. 1:19-20)

D. PENGENALAN TENTANG NAMA-NAMA ALLAH.

1. Nama-nama Allah dalam bahasa Ibrani:
ELOHIM : berarti Allah yang memiliki kekuatan.
YAHWEH : berarti Allah yang memiliki kedaulatan.
ADONAI : berarti Allah yang memiliki kedudukan.
2. Nama-nama Allah dalam bahasa Yunani:
THEOS : berarti Allah yang memiliki kekuatan.
DESPOTIS : berarti Allah yang memiliki kedaulatan.
KURIOS : berarti Allah yang memiliki kedudukan.

E. PENGENALAN TENTANG KESEMPURNAAN ALLAH.

1. Keberadaan diri Allah.
Menyatakan bahwa Allah ada dengan sendirinya.
Dalam PL:
Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia? (Yes. 40:18)
Dalam PB:
Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Rm. 11:36)
2. Ketidakberubahan Allah.
Menyatakan bahwa Allah tidak akan mengalami perubahan keberadaan-Nya.
Dalam PL:
Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian, seperti jubah Engkau akan mengubah mereka, dan mereka berubah; tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan. (Mzm. 102:27-28)
Dalam PB:
Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.(Yak. 1:17)
3. Ketidakterbatasan Allah.
Menyatakan bahwa Allah tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu.
Dalam PL:
Takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada. (Mzm. 93:2)
Dalam PB:
“Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.” (Why. 1:8)
F. PENGENALAN TENTANG KEPRIBADIAN ALLAH.

1. Spiritualitas Allah.
Melihat bahwa Allah itu Roh.
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” (Yoh. 4:24)
Melihat bahwa Allah itu tak nampak.
Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin. (1 Tim. 1:17)
2. Intelektualitas Allah.
Melihat bahwa Allah itu bijaksana.
supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga. (Ef. 3:10)
Melihat bahwa Allah itu benar.
Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Rm. 1:17)
3. Moralitas Allah.
Melihat bahwa Allah itu kasih.
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh. 3:16)
Melihat bahwa Allah itu suci.
Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. (1 Yoh. 3:3)

G. PENGENALAN TENTANG KETRINITASAN ALLAH.

1. Doktrin Sabellianisme. (Tahun 165-220)
Berpendapat bahwa Allah itu satu dan tidak memiliki 3 pribadi.
Teori ini merupakan doktrin Monarchianism yang menganggap Allah mengevolusikan diri-Nya sendiri yang pertama dalam penciptaan yaitu Bapa, yang kedua dalam penyelamatan yaitu Yesus dan yang ketiga dalam pemeliharaan yaitu Roh Kudus.
Teori ini adalah doktrin yang salah karena ketiga pribadi Allah mengerjakan karya-Nya baik penciptaan, penyelamatan dan pemulihan bagi manusia itu secara bersama-sama.
Dalam Penciptaan.
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” (Kej. 1:26)
Dalam Penyelamatan.
Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. (Luk.1:35)
Dalam Pemeliharaan.
Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. (Yoh. 14:26)
2. Doktrin Ariuscism. (Tahun 250-336)
Berpendapat bahwa Allah itu hanya Allah Bapa.
Teori ini merupakan doktrin yang menganggap bahwa Allah Bapa menciptakan Yesus dan Roh Kudus dengan tujuan untuk menjadikan Yesus dan Roh Kudus sebagai media untuk menciptakan segala sesuatu sehingga baik Yesus maupun Roh Kudus boleh disebut Allah dan hanya sebatas sebutan tetapi bukan dalam kapasitas keberadaan Allah itu sendiri.
Teori ini adalah doktrin yang salah karena baik Yesus maupun Roh Kudus adalah Allah dan tidak diciptakan.
Sejajar Kedudukan-Nya.
Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
Setara Kekuasaan-Nya.
Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu. (1 Yoh. 5:7-8)

3. Doktrin Konsili Konstantinopel. (Tahun 381)
Berpendapat bahwa Allah Bapa memiliki zat yang serupa dengan Yesus dan Roh Kudus.
Teori ini adalah doktrin yang ditentang begitu rupa dan akhirnya diadakan konsili konstantinopel yang terdiri dari 150 uskup ortodok di bawah pimpinan Gregorius menyusun pernyataan bahwa Roh Kudus diakui sebagai Allah yang keluar dari Allah Bapa dan akan dipermuliakan bersama dengan Bapa dan Anak.
Teori ini adalah doktrin yang salah karena pernyataan tentang Roh Kudus yang keluar dari Allah Bapa member kesan yang berkonotasi bahwa Allah yang adalah Roh akhirnya tidak memilki Roh karena Roh Kudus sudah keluar dari Allah Bapa seperti tubuh tanpa roh adalah mati begitu juga dengan Allah tanpa Roh adalah mati.
Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia? Patungkah? Tukang besi menuangnya, dan pandai emas melapisinya dengan emas, membuat rantai rantai perak untuknya. ( Yes. 40:18-19)
4. Doktrin Luther. (Tahun 1530)
Berpendapat Bahwa Allah Bapa dan Allah Anak dan Allah Roh Kudus adalah satu.
Teori ini adalah doktrin yang diajarkan dalam Kitab Suci walaupun hanya bisa diterima oleh iman saja dimana Allah yang satu itu memiliki 3 pribadi yang tidak bergantung, tidak keluar dari & tidak diperanakan dari pribadi Allah yang satu kepada pribadi Allah yang lain.
Teori ini adalah doktrin yang perlu disempurnakan dalam formula yang lebih utuh.
Dapat menghasilkan Iman.
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Rm. 10:17)
Dapat menghasilkan Ilmu.
karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku. (Ams. 4:2)
5. Doktrin Alkitab.
Keesaan Allah.
Dalam PL.
Musa mengajarkan bahwa Allah itu esa.
Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Ul. 6:4)
Maleakhi mengajarkan bahwa Allah itu esa.
Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. (Mal. 2:15)
Dalam PB.
Yesus mengajarkan bahwa Allah itu esa.
Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Mrk. 12:28)

Ahli Taurat mengajarkan bahwa Allah itu esa.
Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. (Mrk. 12:32)
Paulus mengajarkan bahwa Allah itu esa.
Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, (1 Tim, 2:5)
Keilahian Allah.
Dalam Pribadi Bapa.
Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu. (1 Tes. 1:1)
Dalam Pribadi Yesus.
tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya. (Yoh. 20:31)
Dalam Pribadi Roh Kudus.
Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. (Ef. 4:30)
Ketrituggalan Allah.
Dalam PL:
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” (Kej. 1:26)
Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.” (Kej. 3:22)
Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.” (Kej. 11:7)
Dalam PB:
Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. (Luk. 1:35)
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Mat. 28:19)
Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian. (2 Kor. 13:14)
Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: “Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.” (1 Tim. 3:16)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: